Kelurahan, PSM, Karang Taruna Kembali mengukir Prestasi

2016 baru setengah perjalanan, tetapi bukan halangan bagi Kelurahan Rejowinangun untuk kembali menggoreskan prestasi demi prestasi. Ini membuktikan bahwa apa yang kami kerjakan bukanlah kegiatan instan, kegiatan abal-abal tetapi apa yang kami lakukan bersama masyarakat adalah nyata.

setelah bertahun-tahun kami bekerja sama, menjalin komunikasi, mensinergikan berbagai lembaga dan elemen masyarakat, kini kembali kami memetik hasil perjuangan kami. Kembali tinta-tinta emas tergores untuk Kelurahan Rejowinangun setelah kami lolos sebagai Juara 1 Lomba Evaluasi Perkembangan Kelurahan Tingkat DIY, kami masuk dalam nominasi 4 besar nasional regional Jawa Bali, selain itu kami berhasil menjadi Juara 1 PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) atas nama Bardan Al Khuri Tingkat DIY dan berhak maju ke babak nasional dan Karang taruna kami sebagai juara harapan 1 tingkat DIY.

semua yang kami dapat tidak semudah membalikkan telapak tangan, semua butuh proses, dengan potensi yang ada serta sumber daya manusia yang kami miliki kami berupaya semaksimal mungkin untuk membawa Masyarakat kelurahan Rejowinangun menjadi masyarakat yang maju, sejahtera, mandiri dan berjaya.

jangan melihat hasilnya tapi lihatlah prosesnya…..

dari Rejowinangun untuk Indonesia…

Prestasi bukan akhir perjuangan

Prestasi demi prestasi ditorehkan oleh Kelurahan Rejowinangun setelah pada tahun 2015 Kelurahan Rejowinangun mendapat 18 penghargaan diantaranya :

  1. Pemecah Rekor MURI pembuatan keripik Daun Varietas terbanyak 272 jenis daun
  2. Pengahargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari Presiden RI
  3. Juara 1 Evaluasi pembangunan Kelurahan Tingkat DIY
  4. Juara 3 Kelurahan Peduli Osteoporosis Tingkat DIY
  5. Juara 1 GSI Tingkat Kota Yogyakarta
  6. Juara 1 LBS Tingkat Kota Yogyakarta
  7. Juara 1 Administrasi PKK Tingkat Kota Yogyakarta
  8. Juara 2 PHBS Tingkat Kota Yogyakarta
  9. Juara 1 KKG PKK Tingkat Kota Yogyakarta
  10. Juara 1 HATINYA PKK Tingkat Kota Yogyakarta
  11. Juara 3 KKG PKK Tingkat DIY
  12. Juara 2 Pemanfaatan TOGA Tingkat DIY
  13. Juara 3 KKG PKK Tingkat DIY
  14. dll

Di awal Tahun 2016 kembali prestasi diperoleh Kelurahan Rejowinangun yaitu :

  1. Juara Harapan 1  Kampung Wisata Tingkat DIY
  2. Juara 1 Evaluasi Perkembangan Kelurahan Tingkat DI Yogyakarta
  3. Juara 1 PSM Berprestasi Tingkat Kota Yogyakarta
  4. Juara 1 Karang Taruna Berprestasi Tingkat Kota Yogyakarta

Semua perstasi itu adalah bonus dari seluruh perjuangan warga Kelurahan Rejowinangun dengan keguyubrukunan, dengan kekompakan, dengan swadaya dan niat untuk membangun Rejowinangun. Prestasi bukanlah akhir dari perjuangan tetapi awal dari masa depan, apa yang bisa kita lakukan setelah prestasi kami dapatkan. Untuk lebih memperbaiki wilayah, untuk lebih kompak, untuk lebih berdaya dan menjadi masyarakat mandiri mewujudkan Masyarakat Rejowinangun yang makmur, sejahtera dan jaya bukan hanya di Kota Jogja tetapi juga di Indonesia.

REJO MAKMUR JAYA

13221763_1120978084590340_6269587943009147879_n

13267769_1128398677181614_372861481036472589_n

SUNMOR Bonbin Rejowinangun

Kelurahan Rejowinangun kini memiliki wisata baru yaitu SUNMOR Bonbin Rejowinangun yaitu sebuah pasar pagi yang dilaksanakan setiap hari Minggu pagi mulai jam 06.00 s/d 11.00 Wib yang berlokasi disepanjang jalan Kebunraya Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta.

Maksud diadakannya Sunmor Bonbin rejowinangun adalah untuk mewadahi semua potensi yang ada di wilayah Kelurahan Rejowinangun baik itu potensi UMKM, potensi seni budaya maupun potensi lainnya yang ada di lima klaster di wilayah Kelurahan Rejowinangun.

Dengan dana swadaya dan bantuan CSR dari pengusaha setempat kegiatan ini sangat bermanfaat selain dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, menghidupkan UMKM, juga digunakan sebagai ajang silaturahmi warga, pengenalan potensi budaya lokal serta sebagai daya tarik wisata baru melengkapi kampung wisata yang sudah dikembangkan di Kelurahan Rejowinangun.

12963783_1054987041240565_2591007876627754414_n

Permainan tradisional juga dikenalkan di Sunmor

11224761_1054990967906839_7347708738035760192_n

sebagian UKM Rejowinangun

944981_124793381250699_4231998474746844267_n

Seni budaya dari Kampung Budaya Istimewa

berita_261954_800x600_SunMor_2_-_web

Penilaian Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat DIY 2015

Walikota Jogja : Rejowinangun Layak Terima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2015.

“Ada ataupun tidak lomba atau penilaian kelurahan Rejowinangun sudah dan selalu siap dalam memberdayakan masyarakatnya, termasuk dalam ketahanan pangannya. Rasa-rasanya Rejowinangun layak mendapatkan penghargaan itu,” ujar Walikota dihadapan para tim juri. (baca selengkapnya di: www.jogjakota.go.id/news)

Sekilas berita yang termuat di media jogjakota.go.id dan http://krjogja.com/read/269878/kelurahan-rejowinangun-layak-terima-adikarya-ketahanan-pangan-2015.kr setelah kami menerima kunjungan Tim Juri penilaian adhikarya Pangan Nusantara dari DIY tahun 2015 katagori pembina ketahanan pangan.

Lurah Rejowinangun bersama warga masyarakat dan lembaga sosial yang ada berkomitmen mewujudkan Kelurahan Rejowinangun yang berdaulat pangan, hal tersebut tidak hanya sekedar slogan tetapi kami melakukan berbagai kegiatan agar kedaulatan pangan bisa terwujud.

pangan sebagai kebutuhan utama yang hakiki yang harus dipenuhi setiap orang menjadi hal yang sangat penting. Ketahanan pangan di Rejowinangun tidak hanya mengandalkan pada produksi sawah saja, dengan luas sawah yang hanya 5,6 Ha tidak akan mencukupi kebutuhan pangan warga Kelurahan Rejowinangun sejumlah 12.085 jiwa. Oleh karena itu yang terpenting bagi kami adalah adanya ketersediaan pangan, kemudahan dalam aksesnya dan terjangkau bagi masyarakat. Untuk mengimbangi produksi beras yang tidak mencukupi maka kami mengoptimalkan lahan yang ada di masing-masing rumah tangga dengan menanam tanaman baik sayur dan buah masing-masing sedikitnya 5 tanaman setiap rumah selain sebagai tambahan gizi dan nutrisi bagi keluarga, pemanfaatan pekarangan juga sebagai lumbung hidup bagi warga Kelurahan rejowinangun dan saat ini berkembang menjadi nilai ekonomi karena dari pemanfaatan pekarangan sekarang Kelurahan Rejowinangun menjadi tujuan wisata alternatif yang mampu meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran.  Kegiatan lain yang kami lakukan adalah pembiasaan sejak dini mengenalkan makanan non beras untuk anak-anak sehingga anak-anak terbiasa mengkonsumsi makanan non beras yang notabene dihasilkan dari pekarangan yang dimiliki. Himbauan bijak untuk mengurangi konsumsi beras dalam rangka ketahanan pangan sekaligus untuk meningkatkan derajat kesehatan juga dilakukan dengan menghimbau masyarakat memasak beras sesuai dengan jumlah anggota keluarga, kita assumsikan jika satu keluarga mengurangi konsumsi beras  1 ons/hari maka satu kelurahan Rejowinangun dapat menghemat pemakaian beras 351,9 Kg/hari (jumlah KK 3.5019 KK) jika dikalikan satu tahun maka Kelurahan Rejowinangun dapat menghemat 7,2 ton/hari, sungguh luar biasa jika bisa dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia berapa banyak beras yang bisa dihemat dan kita tidak perlu lagi impor beras. Semua dapat terwujud jika kita memiliki makanan pendamping dan untuk itulah Kelurahan Rejowinangun berupaya memaksimalkan pekarangan yang ada.

Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti memberi sambutan dalam penilaian adhikarya pangan nusantara

paparan lurah tentang ketahanan pangan di Kelurahan Rejowinangun

Bapak Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti dan Bapak Kasdim  Mayor (Inf) Suwarno ikut memainkan musik bersama opera 37

Evaluasi Pembangunan Kelurahan

Beberapa saat yang lalu Kelurahan Rejowinangun mendapat penilaian dari Tim Juri DIY dalam rangka evaluasi Pembangunan Kelurahan Tahun 2015 setelah berhasil mendapat nilai terbaik dalam evaluasi pembangunan Kelurahan Tingkat Kota Yogyakarta (http://www.suarayogyakarta.com/blog/2015/06/bppm-diymelakukan-penilaian-perlombaan-kelurahan-tingkat-diy/, http://www.jogjakota.go.id/news/Berbagai-Potensi-Kelurahan-Rejowinangun-Sambut-Tim-Evaluasi-Pembangunan-Kelurahan-Tk-DIY, http://portal.jogjaprov.go.id/pemerintahan/kalender-kegiatan/view/kelurahan-rejowinangun-kembangkan-lima-klaster-pemberdayaan-masyarakat). Kelurahan Rejowinangun layak menjadi terbaik karena potensi yang dimiliki sangat luar biasa (http://jogjadaily.com/2015/06/kunjungi-rejowinangun-tim-juri-lomba-desa-dan-kelurahan-tingkat-diy-2015-apresiasi-klaster-potensi/), hal tersebut juga tidak terlepas dari adanya sinergisitas antara pemerintah dengan masyarakat dan lembaga-lembaga sosial yang ada.

Dari hasil penilaian tersebut maka berdasar surat dari BPPM DIY kelurahan Rejowinangun ditetapkan sebagai jura 1 evaluasi pembangunan kelurahan tingkat DIY.  Tetapi bagi kami kejuaraan bukanlah target utama dalam kegiatan ini, apa yang akan dilakukan dan apa yang dapat dikembangkan untuk memajukan wilayah serta peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat itulah yang terpenting dari rangkaian kegiatan yang ada.

Kerjasama dengan berbagai pihak selalu kami lakukan agar potensi yang dimiliki Kelurahan Rejowinangun bisa semakin berkembang dan mampu mewujudkan kemandirian.

Salah satu potensi seni Sanggar Sari Budaya Kelurahan Rejowinangun

Lurah saat memaparkan potensi wilayah

Tim Juri mengunjungi potensi warga

Penetapan juara Lomba Kelurahan tingkat DIY

Pengembangan Kampung berdasarkan Potensi

Kelurahan Rejowinangun semakin hari semakin bergeliat, tidak hanya sekedar bersolek untuk mendapatkan pujian tetapi jauh daripada itu Kelurahan Rejowinangun saat ini mulai meningkatkan peran pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan perekonomian melalui UMKM ekonomi kreatif.

Untuk mewujudkan perekonomian yang lebih baik, pengurangan pengangguran dan penumbuhan rasa bangga terhadap wilayahnya maka mulai dikembangkan kampung-kampung ini sesuai dengan potensinya masing-masing misal RW 01 – 05 Gedongkuning dikembangkan menjadi KAMPUNG BUDAYA. RW 06 dan 07 Kampung Rejowinangun dikembangkan menjadi KAMPUNG KERAJINAN karena disana banyak sekali pengrajin atau warga yang mempunyai usaha kerajinan. RW 08 dan 09 Kelurahan rejowinangun akan dijadaikan sebagai KAMPUNG HERBAL karena disana merupakan sentra pengrajin JAMU GENDONG (J’GER). RW 10 adalah KAMPPUNG KULINER sebagai sentra pengrajin makanan kecil serta adanya banyak warung yang cukup menarik wisatawan. RW 11 – 13 dikembangkan sebagai KAMPUNG AGRO yang terdiri dari Kampung Anggrek (RW 11), kampung Agro Edukasi (rw 12), Kampung Flori (rw 13)

dengan peng clusteran dimaksud maka program dari Pemerintah pun akan mudah untuk dilaksanakan dan lebih mudah dalam pengembangan kampung

 

Kampung Wisata Agro Edukasi Rejowinangun

Kelurahan Rejowinangun merupakan satu kelurahan dari tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Kotagede, sebuah kecamatan diujung timur Kota Yogyakarta yang terkenal dengan perak dan bekas kerajaan Mataram.

Kelurahan Rejowinangun memiliki banyak potensi yang jika dikembangkan sungguh akan sangat luar biasa, meskpun saat ini yang terkenal baru Kebun Raya Kebun Binatang Gembiraloka yang lokasinya berada di wilayah Kelurahan Rejowinangun. Dengan adanya tempat wisata KRKB Gembiraloka di wilayah ini, kami berusaha mengembangkan wilayah kelurahan dengan potensi yang ada sehingga wisatawan selain mengunjungi Gembiraloka bisa singgah di kampung wisata kami.

Sudah satu tahun terakhir ini kami mengembangkan Kelurahan Rejowinangun agar memiliki ciri khusus yang mungkin tidak semua wilayah di Kota Yogyakarta ini punya. Dengan wilayah semi pedesaan kami mecoba mengembangkan Kampung Sayur dan Kampung Flori sehingga layak kami jual kepada masyarakat luas. Semua rumah, pekarangan sempit dan sepanjang jalan kami coba untuk tanami dengan sayuran.  Saat ini sudah beberapa daerah dari luar Kota Yogya yang datang berkunjung di KAMPUNG WISATA AGRO EDUKASI. Kenapa kami ambil agro edukasi, karena kami ingin masyarakat mulai dari anak-anak sampai dewasa bisa belajar mengenal tanaman baik tanaman sayuran, tanaman buah dan tanaman hias serta cara penanaman, perawatan, pemupukan dan pengolahannya. kami tawarkan paket-paket wisata dengan dilengkapi homestay yang nyaman, berlatih berbagai kerajinan, mencicipi berbagai kuliner dan kesenian tradisional.

 1237184_818101581544660_1937553700130690222_o 1487950_818098478211637_476936602397735150_o 1781634_818098268211658_846259583197435677_o 1966308_818098051545013_7391768400535132220_o 10658602_818100138211471_3253792414450619446_o 10688255_818100351544783_6621017323406771065_o10708737_818099944878157_6843862437873002249_o 10700772_818100844878067_6258351095148718575_o  10710288_818101164878035_777611026022047879_osuasana kampung sayur

DSC09058 siteran DSC09645 DSC09473 10658828_818096991545119_4543194480386277363_o

sebagian kesenian tradisional yang dikembangkan

flory1 flory2 flory4 flory5 flory6

kampung flory Rejowinangun

1800167_818097358211749_4867190896471720477_o 10668852_818097624878389_5274717909242455932_o agro5 agro6

kunjungan ke kampung wisata Agro Edukasi rejowinangun

922547_573661712655316_727630419_o 1277849_617974608224026_249930354_o

mengenalkan budaya sejak dini

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.